Visualisasi Teoretis Geometri Sudut Matahari Model Bumi Datar (Proyeksi Azimut Equidistant) vs Observasi Bumi Bulat (Globe)
Bandingkan bagaimana sudut elevasi Matahari dihitung di kedua model.
Mengapa model orbit datar memiliki tantangan menjelaskan daylight di Kutub Selatan.
Di Bumi Bulat, pada **Solstis Desember** (Deklinasi $\approx -23.44^\circ$), seluruh daerah di dalam Lingkar Antartika (Latitude $\le -66.56^\circ$) mengalami **Midnight Sun** (Matahari tidak pernah tenggelam selama 24 jam). Hal ini terjadi karena kemiringan sumbu Bumi mengarah langsung ke Matahari.
Dalam **Model Bumi Datar (Azimuthal Equidistant)**: 1. **Radius Orbit Terluar**: Pada Solstis Desember, radius orbit Matahari melebar ke **Tropic of Capricorn** ($r_{\text{sun}} \approx 12.604\text{ km}$ dari pusat). 2. **Keliling Lingkaran Antartika**: Jalur Kutub Selatan menjadi keliling ring luar yang sangat besar ($d \approx 17.395\text{ km}$ dari pusat, keliling $\approx 109.290\text{ km}$). 3. **Spotlight Dilemma**: Agar Matahari menyinari Kutub Selatan (ice wall) secara berkelanjutan selama 24 jam rotasi, spotlight Matahari harus melebar sangat besar ($\ge 25.000\text{ km}$), yang akan menerangi seluruh Bumi datar sekaligus dan menghilangkan malam hari secara global. Jika dibatasi ($10.000\text{ km}$), maka wilayah Kutub Selatan akan mengalami malam bergantian saat Matahari bergerak ke sisi berlawanan dari lingkaran disk.